Oleh: Suryadi

Pemerhati Kepolisian dan Budaya

“KATANYA daerah ini, daerah santri. Tetapi, anak-anak di sini bicara dengan orangtua saja, seperti sudah tak ada lagi adab, kemana sopan-santun itu. Sudah seenaknya saja.”

“Kekerasan seksual bahkan juga terjadi di dalam lingkungan pendidikan (agama) seperti yang pernah kami terima laporannya.”

Lebih-kurang dua kalimat seperti itu, dilontarkan oleh dua orang peserta diskusi asal setempat yang berlatar belakang intelektual dalam ‘Focus Group of Discussion’ (FGD) “Mendorong Tumbuhnya Kelompok Peduli Lingkungan Rawan Kejahatan Terhadap Anak dan Perempuan”, Selasa, 29 Juni 2021, di Mapolda Banten, Serang. Peserta FGD pun rata-rata dari Banten.