Reaksi PDIP juga mulai ditampakkan ketika kemarin dalam acara Gelar Puncak Bulan Bung Karno. Saat itu, berbagai partai di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sapa oleh Puan Maharani selaku Ketua DPP Partai, tetapi tidak dengan PSI, entah khilaf atau kesengajaan untuk menunjukkan ketidaksukaan PDIP terhadap PSI.

PSI Sekadar Klaim Tanpa Kepastian

PSI saat ini amat serius mendompleng popularitas dari Kaesang. Sebab, Kaesang adalah Anak Presiden Jokowi, kemudian pengusaha sukses, sehingga PSI berharap dengan mengajukan Kaesang diharapkan akan dapat membantu meningkatkan kursi PSI.

Bukan hanya Kaesang, tetapi PSI juga “menjual” kembali Presiden Jokowi dalam komunikasi dan sosialisasi politiknya, PSI melakukan ini tentunya hanya untuk kepentingan politik Pemilu Serentak 2024 ini semata. Kedua perilaku itu yang disinyalir membuat PDIP mulai tidak nyaman dengan PSI.

PSI dengan melakukan strategi politik seperti ini malah menunjukkan partai ini tidak lagi terlihat kemampuan berpolitiknya. Padahal, PSI awal keikutsertaan dalam pemilihan umum (Pemilu) terkenal akan inovatif dan kreatifnya sebagai partai baru.