PSI juga tidak lagi terlihat gembar-gembor sebagai partainya anak muda, partai yang punya banyak ide, partai yang menghadirkan pendidikan politik kepada masyarakat. PSI malah mengesankan mereka sudah mulai lelah, mereka sudah mengakui dirinya adalah partai gurem semata.  

PSI mencoba mendompleng popularitas Kaesang dengan mengemas jargon “PSI Menang Wali Kota Kaesang.” Permasalahannya adalah Kaesang bukan kader partainya. PSI juga tidak bisa memberikan jaminan apapun, misalnya jika memang PSI menang, Kaesang akan maju di Pilkada Depok.

Sebab, Kaesang meski non-parpol diyakini akan maju lewat PDIP, Kaesang akan menjadi Kader PDIP. Keluarga Jokowi berideologi nasionalisme “wong cilik”, keluarga Jokowi amat melekat sebagai bagian keluarga Banteng Moncong Putih.

Jokowi yang punya pengalaman sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD PDIP) Jawa Tengah tentu saja memahami ia beserta keluarga meraih kemenangan sebanyak 7 kali semuanya karena PDIP.

Jadi diyakini Kaesang akan memilih bergabung ke PDIP ketimbang PSI, karena PSI tidak akan memberikan kepastian menang dan juga identitas diri dan keluarganya adalah keluarga besar PDIP.