Pengakuan Tidak Langsung Sebagai Partai Gurem

Lagi-lagi politik pragmatis yang dilakukan PSI, sudah jauh dari semangat awal partai ini berdiri bahwa PSI ingin menunjukkan memiliki banyak pemikiran yang inovatif dalam berpolitik. PSI bukan sekadar berpolitik pragmatis, namun juga menawarkan ide-ide segarnya.

Namun, tahun kedua PSI menuju Pemilu, partai ini berperilaku layaknya Partai Nasdem, PSI ingin meniru cara Partai Nasdem mendongkrak perolehan kursi sekaligus peringkat, hanya saja PSI lebih buruk dari Nasdem.

Partai Nasdem masih mengerti kesantunan berpolitik. Partai Nasdem saat mendorong Jokowi sebagai Presiden telah membangun komunikasi dengan PDIP, mengupayakan PDIP turut mendorong Jokowi sebagai Presiden.

Hal yang sama dilakukan Nasdem ketika ingin mendorong Ganjar Pranowo, bahkan Nasdem yang mendorong Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) meski non-partai tetap melakukan komunikasi politik disertai pendidikan politik untuk masyarakat, jadi tidak sekadar klaim.