Ini menunjukkan Nasdem tidak menjual tokoh yang populer dengan klaim-klaim semata, partai Nasdem tetap memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Begitu juga dengan PPP, saat “menggoda” Sandiaga Uno untuk berlabuh ke partai tersebut disertai dengan upaya mendorong sebagai cawapres masih melakukan kesantunan berpolitik. PPP menyadari Sandiaga Uno masih kader Partai Gerindra, jadi tidak diwacanakan sebagai cawapres.

Ketika Sandiaga Uno keluar dari Partai Gerindra, PPP juga masih memberikan waktu Sandiaga Uno untuk berpikir dan menentukan pilihannya. Ketika, Sandiaga Uno bergabung dengan PPP, maka Sandiaga Uno diberikan tugas penting memenangkan PPP dengan dihadiahi jabatan Ketua Badan Pemenangan Pemilu(Bappilu) PPP, serta didorong sebagai cawapres Ganjar Pranowo.

Sedangkan, strategi Politik yang dilakukan PSI yang dapat kita pelajari adalah PSI malah menunjukkan partai ini sudah kehilangan tentang pemikiran akan strategi politik yang bernas. Padahal kehadiran PSI diterima oleh Publik, karena sebagai partai baru menawarkan ide-ide segar.

Sekarang nyatanya, PSI membutuhkan Kaesang, ingin mendompleng namanya, dengan harapan mereka dapat tambahan kursi, namun PSI tak menyertakan sebuah kepastian.