Oleh Hasirun Ady
Budayawan asal Wakatobi

Dalam Bahasa Wakatobi berbasis Tomia, penggilingan jagung yang terbuat dari batu, dinamakan kagili'a. Dahulu, di kampung orang yang memilikinya menandakan bahwa orang tersebut terbilang mampu secara ekonomi. 

Penggilingan ini tergolong berat. Butuh tenaga extra untuk memindahkannya. Ketika hendak menggunakannya, tetangga misalnya, berkunjung ke rumah pemiliknya. 

Tergolong langka. Meski tak banyak, namu kerap terjadi antri. Dahulu, orang merasa bangga dan bahagia, ketika memiliki benda yang dapat berfungsi umum. Tidak berfikir ekonomis. Misalnya kemudian me-merental-kan.  

Sejauh ini belum memperoleh informasi yang memadai di mana produsennya. Namun, alat pemecah biji jagung ini biasanya dibawa para pelayar Wakatobi dari Jawa Timur. Yang menarik, alat ini masih ditemukan dan digunakan di pedalaman Turky hingga sekarang.