Kain Tenun Kamohu terbuat dari kapas yang dibuat secara tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman dan banyaknya kesibukan masyarakat, kini pembuatan tenun juga memanfaatkan bahan buatan pabrik, salah satunya pada bahan benangnya. Meskipun demikian, kain tenun Kamohu masih terus ada dan diproduksi masyarakat sekitar.
Yang menarik dari kain tenun yang satu ini adalah selain kain tenunnya yang sarat akan tradisi dan sejarah, prosesi menenun juga menjadi tradisi yang diajarkan secara turun temurun.
Dilansir dari rilis resmi Kemenkop UKM (2022), di desa-desa yang ada di Mawasangka, menenun menjadi keterampilan yang wajib dimiliki oleh para perempuan meskipun mereka memiliki pendidikan yang tinggi. Bahkan dikatakan, perempuan yang belum pandai menenun tidak diperbolehkan untuk turun tanah dan keluar rumah (dalam arti menikah).

Jumalia, salah satu warga Desa Gumanano, Mawasangka mengatakan pada Telisik.id via WhatsApp bahwa kemampuan para perempuan untuk menenun dipercaya akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga mereka nantinya.
