Hasil dari kain tenun Kamohu biasanya dijadikan sarung oleh masyarakat sekitar. Namun, seiring perkembangan zaman, para pemuda daerah Mawasangka kemudian menyulap Kamohu menjadi produk lain, seperti tas selempang, syal, dan lainnya.
Dilansir dari laman Jadesta.kemenparekraf.go.id, rata-rata, harga kain dipatok di kisaran Rp 200.000 sampai dengan Rp 300.000 per lembarnya. Selain itu, proses tenun Kamohu ini biasa juga disebut sebagai proses melukis di atas kertas dan dapat dipesan berdasarkan permintaan konsumen.
Saat para penenun membuat kain yang dipesan oleh konsumen, pola kain akan tergambar di pikiran para penenun sesuai permintaan dan langsung mereka tuangkan pada tenunan. (A-Adv)
Penulis: Ahmad Badaruddin
Editor: Haerani Hambali
