Menurut Aisyah, pembeli memiliki keleluasaan memilih kain berdasarkan kebutuhan, termasuk untuk pakaian sehari-hari, seragam kantor, maupun acara keluarga dan adat.

"Biasanya ada yang mencari untuk seragam kerja, ada juga yang untuk acara keluarga atau adat. Motifnya banyak pilihan, jadi pembeli bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing," jelasnya.

Pengembangan kain bermotif tradisional menjadi busana modern menjadi salah satu cara agar produk tersebut dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. Perpaduan desain masa kini dengan motif daerah memungkinkan kain tetap memiliki fungsi praktis tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Selain kain dalam bentuk lembaran, Sultra Tenun & Tourism Center menyediakan berbagai suvenir khas Sulawesi Tenggara. Produk tersebut dapat menjadi pilihan bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin membawa pulang buah tangan berciri lokal.

Upaya memperkenalkan kain tradisional Sulawesi Tenggara juga dilakukan melalui kegiatan di luar daerah. Pada 2024, Sultra Tenun mengikuti Tokyo International Gift Show (TIGS) di Tokyo Big Sight, Jepang, untuk memamerkan produk kain tenun khas Sulawesi Tenggara.