Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi sarana memperkenalkan keragaman produk lokal kepada pengunjung internasional. Kegiatan ini sekaligus membuka kesempatan bagi produk kain tradisional daerah untuk dikenal di luar pasar domestik.

Salah seorang pengunjung, Putri (21), mengaku tertarik dengan kain yang tersedia karena memiliki beragam motif dan pilihan warna.

"Saya suka karena motifnya bagus dan banyak pilihan warna," ungkapnya.

Putri berharap kain tradisional Sulawesi Tenggara, termasuk kain bermotif khas Konawe, semakin dikenal generasi muda dan digunakan dalam berbagai kesempatan, tidak hanya pada kegiatan adat atau acara resmi.

Keberadaan kain tenun dan batik bermotif daerah di Kendari menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengenal produk budaya lokal. Melalui pemasaran di pusat penjualan dan partisipasi dalam pameran, kain tradisional Sulawesi Tenggara diperkenalkan kepada konsumen dengan kebutuhan dan latar belakang yang beragam.