Dia juga merasa bangga, karena MC yang memandu acara menggunakan kain motif suku Tolaki dan karyanya ditampilkan oleh 10 model ini, merupakan hasil kurasi dan ditampilkan bersama 7 daerah lain di Indonesia.
“Saya merasa bersyukur dengan diadakannya fashion culture ini, sehingga kami bisa berkolaborasi dengan desainer-desainer Bali, Kudus, Bogor, dari Aceh. Kami diberi kesempatan oleh kementerian karena mengangkat pelaku UMKM dari daerah masing-masing, seperti saya dari Kendari,” ujarnya.
Baca Juga: Begini Wujud Anggrek Sorume, Bahan Baku Kain Tenun Kolaka Timur yang Bakal Dipromosi Ivan Gunawan
Sementara itu, pemilik galeri Sultra Tenun, Wa Ode Arnas Gusri mengatakan, kegiatan seperti itu menjadi ajang eksistensi dan komitmen untuk melestarikan budaya lokal dan menjadi media promosi produk unggulan daerah.
"Dengan adanya event seperti ini, kain tenun Sulawesi Tenggara dapat lebih dikenal dan dapat menarik pasar nasional untuk membeli dan memakai produk lokal sebagai salah satu warisan budaya yang patut kita banggakan, dan tentunya dapat mengangkat perekonomian masyarakat yang perprofesi sebagai pengrajin," jelasnya. (B)
