Baca Juga: Kisah Penjual Ikan Asap di Kendari: Berjuang Demi Pendidikan Anak Usai Bercerai dari Istri
Jika dagangannya cepat laku, ia segera pulang untuk mempersiapkan jagung yang akan dijualnya esok hari. Namun, jika tidak, ia terus berkeliling hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WITA.
Suara khasnya yang terdengar di lorong-lorong, "jagung rebus, jagung rebus," seringkali menarik perhatian para calon pembeli.
Usia tua tak menyurutkan semangat La Lifou. Dia selalu berusaha melawannya demi bisa membiayai kebutuhan hidup keluarganya. Wajahnya yang mulai tampak garis-garis keriput menggambarkan ketegaran, keikhlasan, dan kesabaran dalam menjalani rutinitas ini.
Selalu membawa payung untuk melindungi diri dari panas dan hujan, La Lifou juga menutupi jagungnya dengan kantung plastik saat hujan turun. “Yang penting kita tekuni, insya Allah ada selalu rezeki,” kata La Lifou dengan senyuman ramah.
