Tidak hanya menjual di sekitar lorong mahasiswa, La Lifou juga sering menawarkan jagung rebus di depan asrama mahasiswa.

Di sela-sela berjualan, ia kerap beristirahat sejenak untuk merenggangkan pinggang sebelum melanjutkan perjalanan.

La Lifou tinggal di rumah sederhana di Wua-Wua bersama istrinya. Istri La Lifou sehari-hari menjaga kios. Anak-anaknya sudah menikah dan menjalani kehidupan mereka sendiri.

Sebelumnya La Lifou bekerja sebagai tukang bangunan. Namun, dia selalu menanamkan semangat untuk terus belajar kepada anak-anaknya.

Ia merasa bangga karena anak-anaknya berhasil mengejar pendidikan dengan keras, meski latar belakang keluarga mereka jauh dari kemewahan.