KENDARI, TELISIK.ID - Transportasi tradisional becak memang sudah melegenda di Indonesia. Keberadaannya pun makin terkikis zaman.
Sejak dulu, becak dikenal sebagai transportasi massal, bukan saja di daerah Pulau Jawa, tapi becak juga menyebar di berbagai daerah termasuk Pulau Sulawesi dan sampai di Kota Kendari.
Namun perlahan tapi pasti, peran transportasi roda tiga itu makin ketinggalan zaman dan dianggap kuno. Begitu pun di Kota Kendari, becak hanya dapat kita jumpai di sepanjang Kota Lama sampai di area Pasar Sentral Kota Kendari.
Pengayuh becak pun hanya diminati oleh segelintir orang tua saja, sedangkan orang yang lebih muda memilih kendaraan roda dua atau angkutan umum. Seolah becak merupakan milik kaum tua saja.
Tak ayal, para tukang becak yang setiap ditemui pasti sudah berusia paruh baya, bahkan ada yang telah berusia senja, seperti Daeng Sikke yang kini telah berumur 67 tahun dan masih setia mengayuh becaknya untuk menyambung hidup.
