Melalui Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional  (P2JN) Sultra, Hengki Hernawan mengungkapkan, alasan membuat jembatan gantung karena tidak bisa membuat pilon atau menara penyangga di dalam laut dan juga menghemat anggaran.

Baca Juga: Gubernur Sultra ASR Mau Bangun Jembatan Penghubung Pulau Muna-Buton

"Harus disetujui proses disetujuinya untuk siap bangun itu, harus diuji wind tunnel atau uji terowong angin, kita sudah uji dan Alhamdulillah desain kita lulus namun harus diuji lagi dengan konsultan berbeda," ujarnya.

Meski sudah lulus uji kelayakan kepada ahli jembatan di Indonesia, pihaknya harus kembali menguji kelayakan jembatan kepada konsultan independen yakni di luar negeri, namun kondisi anggarannya tengah diblokir karena efisiensi anggaran oleh Presiden Prabowo.

"Jembatan khusus ini sangat kompleks, jembatan ini luar biasa mahal Rp 6,1 triliun, karena pada saat pembangunan dan juga sudah terbangun risikonya besar kita perlu kehati-hatian," ujarnya.