“Sekarang masih ada anak-anak yang main. Kalau ada kegiatan di kampung, biasanya kami juga masukkan lomba Lojo. Jadi, anak-anak bisa ikut dan mengenal permainan ini. Jangan sampai permainan yang sudah ada sejak dulu malah dilupakan,” ungkapnya.
Reva berharap permainan tersebut tetap dimainkan oleh generasi muda dan diperkenalkan melalui kegiatan masyarakat.
“Sayang kalau sampai hilang, karena permainan ini sudah ada dari dulu. Kami saja masih mengenalnya, jadi anak-anak sekarang juga harus tahu. Kalau ada lomba atau kegiatan di kampung, sebaiknya Lojo tetap diadakan,” tutupnya.
Kalojo-lojo menjadi salah satu permainan tradisional yang dikenal masyarakat Desa Lapandewa Kaindea. Permainan berbahan tempurung kelapa dan bambu ini masih dimainkan anak-anak serta diperkenalkan melalui kegiatan di lingkungan kampung.
Penulis: Sitti Hanabila
