Keluarga-keluarga tersebut, kata Mansur, masih sangat membutuhkan dukungan dalam hal penyediaan air bersih, MCK, serta akses listrik yang belum terpasang di rumah mereka.

Selain itu, beberapa sektor juga memerlukan perhatian khusus, seperti pemberdayaan 10 UMKM, penanganan stunting pada 82 keluarga, dan program bedah rumah.

“Di sektor pertanian, meskipun sudah ada kebun, perlu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya agar tidak hanya konsumtif, tetapi juga dapat menghasilkan secara ekonomi,” ujar Mansur.

Kelurahan Labalawa dipilih sebagai lokasi pertama pembentukan Kampung Zakat karena jumlah keluarga prasejahtera yang cukup besar, serta lokasinya yang berada di ujung Kota Baubau dan berbatasan langsung dengan wilayah Buton Selatan.

“Kami memilih Kelurahan Labalawa karena kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian ekstra,” jelas Mansur.