Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bank BRI Branch Office Head, Yandi Suryandi menjelaskan, kelompok massa aksi ini menduga adanya pemotongan dana asuransi.
"Sebenarnya harus ada verifikasi dari nasabah, karena tidak diketahui nasabah siapa dan berapa orang begitu," ujarnya.
Untuk memperjelas masalah tersebut, ia meminta data nasabah bersangkutan. Namun pihaknya belum mendapatkan data tersebut.
Baca Juga: Kochi Kendari Buka Loker 3 Posisi, Buruan Daftar
"Tadi dalam tuntutan yang disampaikan oleh mahasiwa, katanya ada dana terpotong Rp 50 ribu untuk asuransi. Dan sampai sekarang tidak diketahui siapa orangnya. Akhirnya verifikasi dan validasi data sulit diketahui," tambahnya.
