Baca juga: Begini Suasana Rumah Sakit Konawe Usai Gusli Topan Sabara Dikabarkan Meninggal Dunia
"Ini digeser dari lokasi titik pertama yang ditentukan sesuai hasil survei, padahal tanah itu telah dihibahkan oleh pemilik lahan. Tapi saat dikerjakan oleh pihak PT DMT, bergeser kurang lebih 200 meter dari titik hasil survei,” tambahnya lagi.
Sementara itu Camat Togo Binongko menyesalkan penyegelan kantor camat oleh warga. Dia mengungkapkan, saat aksi protes warga, dirinya sedang tidak berada di lokasi. Dirinya berada di luar daerah, yakni dalam perjalanan menuju Wangi-wangi menghadiri kegiatan.
"Terkait pergeseran pembangunan tower Telkomsel, memang sebelumnya pihak PT DMT sempat melapor di kantor kecamatan untuk mempertanyakan titik lokasinya. Pihak kecamatan sendiri bersedia untuk memfasilitasi PT DMT ketemu dengan pemilik lahan yang dijadikan tempat pembangunan tower BTS Telkomsel," ungkap Arifin, Camat Togo Binongko.
Dia juga menerangkan, untuk sementara mencari solusi dan petunjuk kepada pihak pelaksana proyek dalam hal ini PT DMT dan pemerintah daerah. Dengan meminta untuk menyampaikan secara baik-baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.
