Kakanwil juga mengatakan, adanya aplikasi SILILABA diharapkan informasi mengenai pelayanan serta informasi administrasi di lingkup Kanwil kemenkumham Sulawesi Tenggara, dapat dijangkau masyarakat banyak bahkan dengan instansi tetangga.

"Aplikasi SILILABA ini merupakan terobosan dalam dunia digital untuk memberikan transparansi, baik informasi lapas/rutan, bapas serta keimigrasian, karena aplikasi ini berisikan informasi kehadiran pegawai perharinya, data warga binaan pemasyarakatan, jumlah kunjungan di lapas/rutan, jumlah pembuatan paspor serta jumlah warga asing yang masuk di Sulawesi Tenggara dan dapat diakses oleh masyarakat," ungkap Silvester.

Kakanwil menyampaikan, aplikasi itu bisa memudahkan kontrol dari setiap Kepala Divisi kepada jajarannya, baik di pemasyarakatan maupun Imigrasi karena aplikasi ini bersifat real time, pelaporan dilakukan setiap hari sehingga setiap unit pelaksana teknis maupun Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara dapat dilakukan monitoring dan pengawasan secara terpusat.

"Dengan adanya SILILABA ini dapat menjadi solusi dari setiap masalah yang ada pada sistem palayanan dan informasi kepada masyarakat, saya harap aplikasi ini bisa terus dikembangkan dan dijalankan serta bukan hanya sekedar pajangan saja," ujar Silvester.

Kakanwil berharap, aplikasi itu bisa menjadi pusat setiap aplikasi yang sudah ada seperti Silaris, SIPANDA, RONEO, dan setiap pejabat dan pegawai mampu menjaga dan mengembangkan aplikasi SILILABA tersebut. Menjadi kebanggaan tersendiri adalah aplikasi SILILABA merupakan aplikasi yang dikembangkan sepenuhnya oleh Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara.