Ia menyebut, kapal akan melayani pasar luar negeri dan mengangkat minyak mentah dari Aramco ke Indonesia.
Baca juga: Baznas-BSI Optimalkan Pengelolaan Potensi ZIS Rp 300 Triliun
"Dengan kapal sendiri kita memiliki fleksibilitas yang lebih karena Pertamina memiliki cadangan di luar negeri dan produksi 110 ribu barel per hari," ujar Nicke.
Selain itu, lanjut Nicke, PIS akan bertransformasi menjadi integrated marine logistic, tidak hanya mempunyai kapal, tapi juga sarana tambahan dan storage yang ada di pelabuhan.
"Dengan demikian, maka value chain yang akan dikelola PIS juga akan semakin besar," imbuhnya.
