Sementara itu, salah seorang nelayan asal Bontu-Bontu, Yamin menerangkan, pertama kali melihat kepulan asap dari tengah laut sekira pukul 14.00 Wita.
Lalu, sekitar pukul 17.00 Wita, kepulan asap semakin tebal. Ia yang baru saja selesai memancing memutuskan untuk mendekati sumber asap. Ternyata, ia melihat kapal sudah terbakar.
Pada saat itu juga, ada kapal Jetliner. Oleh kapten kapal Jetliner, ia diminta untuk menyelamatka para ABK kapal yang terbakar itu.
"Sekitar 20 meter dari belakang kapal, saya teriak minta ABK loncat ke laut," katanya.
Saat mereka sudah mengapung di laut, ia lalu menaikan ABK tersebut ke perahunya satu persatu. Setelah itu, ia mengantarkan mereka ke kapal Jetliner.
