Pihaknya berkomitmen untuk mengantisipasi segala potensi ancaman sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi.
Salah satu potensi ancaman yang diidentifikasi adalah adanya polarisasi di masyarakat akibat perbedaan kepentingan dalam pilkada. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan dan konflik.
Baca Juga: Ini Titik Rawan di Kendari, Intens Dilakukan Patroli Personel Polda Sulawesi Tenggara
Pilkada serentak tahun 2024 ini menjadi momen yang sangat penting bagi Sulawesi Tenggara. Sebanyak 15 kabupaten di wilayah ini akan melaksanakan pilkada, selain pemilihan gubernur dan wali kota.
Oleh karena itu, sinergi dan soliditas antar berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penyelenggaraan pilkada.
