“Oleh karena itu, setiap informasi sekecil apapun, yang berkaitan dengan potensi gangguan kamtibmas, harus segera disampaikan kepada pimpinan,” tegas Dwi saat apel pagi di Mapolda Sultra, Senin (12/8/2024).
Dalam tahapan pilkada yang sedang berjalan, Dwi mengingatkan potensi gangguan kamtibmas bisa saja terjadi. Dia meminta para personelnya memastikan semua kemungkinan ancaman dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Dwi menyoroti peningkatan gangguan kamtibmas seperti penganiayaan, pengeroyokan, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah disampaikan dalam kegiatan analisis dan evaluasi (anev).
Ia meminta para pejabat utama Polda Sultra untuk meneruskan informasi ke jajaran polres guna meminimalisir kejadian-kejadian tersebut.
“Langkah-langkah pencegahan harus diperkuat, karena pencegahan lebih efektif daripada tindakan setelah terjadinya pelaporan,” ujar Dwi.
