KENDARI, TELISIK.ID - Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak agar segera mencopot Kapolres Bombana, usai piting leher massa aksi pada saat demo di depan Mapolres Bombana pada Rabu, (18/2/2026) lalu.

Desakan tersebut disampaikan oleh Ratusan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kendari saat berdemonstrasi di Mapolda Sultra, Selasa (3/3/2026).

Sebelumnya, pada 1 September 2025, Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko pernah mengeluarkan surat peryataan dalam hal menjamin keamanan setiap unjuk rasa, jika keamanan para penyampai aspirasi tidak terjamin maka ia berkomitmen untuk mundur dari jabatannya.

"Dalam pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa/penyampaian pendapat di muka umum, personel Polda Sultra dan jajaran akan mengedepankan tindakan persuasif, dan apabila dalam pelaksanaannya terdapat tindakan represif yang berlebihan dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang dilakukan oleh personel Polri, maka saya bersedia dan siap untuk dicopot atau mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Kapolda Sultra," ucapnya dalam surat pernyataan.

"Pernyataan ini saya buat sebagai wujud tanggung jawab moral dan jabatan, sekaligus menegaskan komitmen saya dalam upaya pencegahan potensi gangguan Kamtibmas sejak dini dan upaya penegakan hukum secara tegas terhadap kejahatan yang merugikan masyarakat, serta memastikan hadirnya Polri yang humanis, profesional, dan berintegritas di tengah masyarakat," lanjut Didik Agung untuk penegasan.