“Pertama bahwa peryataan Kapolda pada hari minggu, terkait kedatangan 49 TKA China yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia 696, di Bandara Haluoleo (HO). Berdasarkan informasi awal yang diperoleh langsung kepada otoritas bandara menyatakan TKA yang datang berasal dari Jakarta dan mereka sudah di lengkapi visa, medical sertifikat dan Health Alert Card (HAC),” ungkap Kapolda Sultra, Selasa (17/3/2020).

Kemudian, Kapolda Sultra juga mendapatkan informasi dari Otoritas Bandara Haluoleo hanya bisa menjelaskan terkait asal keberangkatan. Karena bandara HO merupakan bandara domestik nasional yang tidak terdapat pemeriksaan kemingrasian pada pintu kedatangan.

“Tujuan kedatangan TKA China di Kendari adalah ke salahsatu perusahaan di Konawe (PT. VDNI) dan keterangan ini juga didasarkan konfirmasi langsung ke perusahaan, yang menyatakan benar bahwa kedatangan mereka dengan tujuan bekerja pada perusahaan tersebut,” kata Merdisyam.

Terkait penjelasan TKA China yang datang merupakan TKA baru yang masuk ke PT.VDNI, Merdisyam menjelaskan, itu adalah hasil konfirmasi dan penjelasan langsung oleh perusahaan. 

“Mereka menjelaskan bahwa, setelah adanya penghentian penerbangan dari China ke Indonesia, dari Februari 2020 pihak perusahaan menyatakan belum ada TKA baru yang datang, dan yang datang adalah pekerja lama yang masih bekerja. Keberangkatan mereka tentunya, adalah untuk perpanjang visa dan ijin yang ada,”bebernya.