Jenderal bintang dua itu mengaku, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk tentang kematian Bripka AS yang ditemukan meninggal dunia dengan meminum cairan sianida. Selain itu ada dugaan penggelapan uang para wajib pajak kendaraan bermotor di Samsat Pangururan, Kabupaten Samosir.

"Saat ini tim bekerja secara maraton melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap Kapolres Samosir. Kami mohon bersabar, saya juga sudah melakukan wawancara dengan istri Bripka AS. Saya sudah dengarkan semuanya. Kami dari Polda Sumatera Utara mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," terangnya.

Terpisah, tim kuasa hukum dari keluarga Bripka Arfan Saragih, Fridolin Siahaan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan terhadap AKBP Yogie Hardiman yang merupakan Kapolres Samosir saat ini.

"Kami apresiasi Polda Sumatera Utara bergerak cepat memeriksa Kapolres Samosir. Kami juga meminta dilakukan pendalaman sejak korban ditemukan sehat dan sampai korban meninggal dunia. Banyak kejanggalan terkait kematiannya," kata Fridolin Siahaan.

Diakui Fridolin, hari ini mereka dilakukan pemeriksaan terkait dengan kematian Bripka Arfan Saragih yang dinilai janggal.