KENDARI, TELISIK.ID - Masyarakat nelayan di Kelurahan Petoaha dan Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari masih bersikukuh menolak karamba miliknya dibongkar dan direlokasi ke tempat yang baru oleh Pemerintah Kota Kendari.
Penolakan terjadi lantaran banyak ikan yang mati saat dipindahkan di karamba yang baru.
"Sudah ada contoh ikan dipindahkan 500 ekor, mati sekitar 300 ekor. Ada berapa petak ini, katanya habis mati," kata seorang nelayan yang keberatan karambanya direlokasi, Buton Indah Syarif.
Menanggapi itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan, kematian ratusan ekor ikan milik warga Petoaha-Bungkutoko adalah sesuatu yang wajar.
Kewajaran dinilai karena yang bernyawa pasti akan mati.
