Kepemilikan aset terbaik kekaisaran ini adalah milik Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, pewarisnya dan Putra Mahkota, Mohammad bin Salman, dan keponakannya Pangeran Alwaleed bin Talal.

Dikutip dari Economic Times, Aramco ditemukan oleh Standard Oil Company milik keluarga Rockefeller pada tahun 1938. Awalnya perusahaan dinamakan Perusahaan Minyak Amerika Arab dan produksi minyak mentahnya mencapai 500,00 bpd pada tahun 1949.

Pada 1980, pemerintah Saudi membeli semua pemegang saham asli dan memiliki 100 persen saham perusahaan. Delapan tahun kemudian, Perusahaan Minyak Arab Saudi (Saudi Arabian Oil Co/Saudi Aramco) secara resmi didirikan.

Baca Juga: Amien Rais Ungkap Dugaan Akan Ada Skenario Agar Jokowi Bisa 3 Periode

Banyaknya cadangan minyak perusahaan menjamin kemakmuran di Arab Saudi. Kerajaan bahkan menjadi pemimpin de facto dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan turut mengendalikan pergerakan di pasar minyak dunia.