Oleh: Rima Septiani, S.Pd,Gr
Guru Asal Konawe
ISU karhutla yang terus berulang di Indonesia tentu membuat kita merasa sesak, geram sekaligus kecewa. Bayangkan sepanjang bulan Agustus ini kita disuguhi berita yang membuat hati kita pedih. Hutan Kalimantan yang dikenal dengan kekayaan flora dan fauna harus menghadapi bencana kebakaran hutan (wildfire) yang ternyata penyebabnya disengaja.
Karhutla bukan hanya soal api. Ketika hutan dan lahan terbakar, biaya dan dampaknya tidak berhenti di lokasi kebakaran. Ada biaya pemadaman yang harus ditanggung, masyarakat kehilangan produktivitas, kesehatan terganggu akibat asap, habitat satwa rusak, dan ekosistem kehilangan fungsinya.
Dampak tersebut bahkan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi berikutnya. Karena itu, karhutla tidak cukup dipahami hanya sebagai peristiwa alam yang terjadi ketika musim kemarau datang.
