Kartini sangat terkesan dengan ayat ini. Dalam banyak suratnya sebelum wafat, Kartini mengulang kata-kata “Dari Gelap Kepada Cahaya”, yang olehnya ditulis dalam Bahasa Belanda Door Duisternis tot Licht. Makna ini kemudian bergeser tatkala diterjemahkan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Terjadi Distorsi
Refleksi perjuangan Kartini saat ini banyak disalahartikan oleh wanita Indonesia. Mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal, bahkan sampai di luar batas kodratnya sebagai perempuan.
Padahal, dalam beberapa suratnya, Kartini menunjukkan perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak dalam pendidikan dan pengajaran, yang juga merupakan kewajiban dalam Islam.
Bukan berjuang menuntut kesetaraan kedudukan secara keseluruhan (emansipasi) antara perempuan dan laki-laki, seperti yang didengung-dengungkan oleh kaum feminis.
