Laki-laki dipandang sebagai figur penindas dan takut disaingi wanita. Gerakan kaum feminis yang mengecilkan arti keluarga relatif berhasil mengubah persepsi terhadap keluarga konvensional pada sebagian besar masyarakat AS.

Perjuangan kaum feminis inilah yang kemudian berusaha ‘disamakan’ dengan perjuangan Kartini. Sejarah perjuangan Kartini telah didistorsi sesuai dengan kepentingan kaum feminis.

Mereka mendorong perempuan meraih kebebasan dan meninggalkan rumah tangganya. Jelas, muslimah telah dijauhkan dari Islam dengan dalih kebebasan, keadilan, dan kesetaraan gender.

Terjadinya distorsi ini disebabkan tiga hal. Pertama, kuatnya pengaruh budaya materialisme yang mengukur segala keberhasilan dalam bentuk materi. Kekuasaan dalam keluarga diukur dari banyaknya materi yang dibawa ke dalam keluarga. Wanita dianggap lebih rendah powernya di dalam keluarga, jika tidak menghasilkan materi (uang).

Kedua, individualisme yang tumbuh subur di masyarakat. Sistem yang ada di Barat telah menempatkan individu sebagai figur yang lebih penting dari kelompok. Individu adalah the center of human action. Menurut paham ini, pekerjaan kerumahtanggaan dianggap sebagai penindasan individu.