Ketiga, teori neoclassical economics yang tidak memasukkan pekerjaan domestik wanita (Ibu Rumah Tangga) dalam perhitungan GNP (Gross National Product). Dengan demikian wanita dengan tugas reproduktif dan domestiknya seolah-olah tidak mempunyai kontribusi apa-apa dalam pembangunan. Miris!
Islam Memandang Kesetaraan
Dalam pandangan Islam, kedudukan pria dan wanita sesungguhnya tidak ada perbedaan secara subtansial. Perbedaan di antara keduanya hanya seputar aspek lahiriah, peran serta fungsinya saja.
Karena pada hakikatnya, makna kata ‘manusia’ dalam Al-Quran tidak terbatas pada jenis dan golongan manusia tertentu, namun ia mencakup seluruh jenis manusia, baik pria maupun wanita, semuanya sama.
Itulah sebabnya Allah SWT lewat firman suci-Nya di dalam Al-Quran Surah Al-Hujurat ayat 13, telah menyampaikan secara tegas dan gamblang bahwa perbedaan kedudukan di antara manusia itu, hanyalah karena takwanya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu.”
