Zudan menerangkan, pihaknya sudah mendorong adanya layanan mandiri dari masyarakat untuk mencetak dokumen kependudukan di rumah masing-masing.
Terdapat 22 dokumen dari dukcapil yang bisa dicetak secara mandiri oleh masyarakat, tetapi ada 2 yang belum bisa dicetak secara mandiri, yakni KTP Elektronik dan Kartu Identitas Anak.
Lanjut, pihaknya juga sudah mulai tidak menggunakan lagi kertas hologram tetapi, menggunakan kertas putih biasa sepeti hvs dan kuarto. Dengan penggunaan kertas tersebut pihaknya mampu menghemat anggaran sebanyak Rp 450 miliar per tahun.
Baca Juga: Mars BNN Berkumandang di SDN 97 Kendari, Penuh Kegembiraan
"Dulu kertas hologram, teknologi terbaik yang mampu mencegah pemalsuan. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi alat yang mampu mencegah pemalsuan yaitu data itu sendiri," katanya.
