Setelah menunggu, hasil yang didapat ternyata positif COVID-19, dan terjadilah perdebatan. Selanjutnya, polisi memeriksa seluruh ruangan labotarium dan mengumpulkan petugas Kimia Farma.
Saat diinterogasi, petugas Kimia Farma mengaku bahwa alat yang digunakan untuk mengambil sampel calon penumpang di Bandara Kualanamu adalah barang bekas yang dicuci kembali dengan air.
Setelah itu, alat tersebut dimasukkan kembali ke tempat yang baru.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadillah Bulqini angkat bicara. Kata Adil, PT Kimia Farma Diagnostik adalah cucu PT Kimia Farma Tbk.
Dia mengaku mendukung proses hukum terkait dugaan penggunaan bahan bekas pakai.
