KENDARI, TELISIK.ID - Puluhan massa yang terdiri dari guru, tata usaha (TU), siswa dan alumni SMAN 1 Wawotobi, Kabupaten Konawe, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara terkait dugaan praktik LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender) yang dilakukan Kepala SMAN 1 Wawotobi.

Kedatangan mereka yang masih menggunakan seragam sekolah segera membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan, "SAVE GENERATION FROM LGBT."

Pasalnya, Kasek SMAN 1 Konawe, Sahrun Hi Noor seringkali mengirim pesan via WhatsApp kepada beberapa siswa meminta untuk dipijat.

Baca Juga: Purnama Kapat, Umat Hindu Kolaka Timur Gelar Piodalan

MA (17), salah satu siswa menerangkan, ia pernah hampir menjadi korban dari praktik LGBT tersebut.