KENDARI, TELISIK.ID - Kasoami berbahan ubi kayu masih diminati masyarakat Sulawesi Tenggara, terutama warga Muna yang biasa menyantapnya bersama ikan bakar, ikan asin, dan lauk lainnya.
Makanan berbentuk kerucut ini menjadi salah satu kuliner tradisional yang dikenal di Kabupaten Muna dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Tenggara, termasuk Buton. Kasoami kerap disajikan sebagai pengganti nasi dalam menu sehari-hari.
Wa Ode Insana (41), penjual kasoami di Kabupaten Muna, mengatakan telah menjalankan usaha tersebut selama sekitar dua tahun. Selama berjualan, ia masih melayani pembeli dari berbagai kelompok usia, meski kebanyakan pelanggannya merupakan orang tua.
“Kalau yang beli di sini kebanyakan orang tua, tapi anak muda juga ada. Kasoami ini kan makanan khas Muna, jadi masih banyak yang suka. Apalagi kalau dimakan bersama ikan atau lauk lainnya, memang cocok,” ujarnya kepada telisik.id, Sabtu (26/10/2026).
Insana menjual kasoami dengan harga Rp 5.000 per buah. Ia membeli ubi kayu sebagai bahan baku, lalu mengolahnya menjadi makanan siap jual. Jumlah pembeli biasanya meningkat pada hari pasar, ketika warga datang untuk berbelanja berbagai kebutuhan.
