Baca juga: Bola Salju Mafia Tanah Menggelindingkan Ancaman Pemiskinan
Kalangan sekuler pun acap kali menyudutkan Islam sebagai agama yang mengajarkan teror dan kekerasan. Sehingga, kasus-kasus semacam ini sering kali dijadikan stigma bahwa Islam mengajarkan tidak terorisme.
Hal itu dapat disaksikan ketika kasus teror terjadi di berbagai tempat dan media langsung mem-blow up berita itu dengan mengatakan pelakunya adalah muslim yang berpaham radikal. Sehingga dikatakan pelaku teroris tersebut merupakan bagian dari kelompok Islam.
Tentu, perasaan umat Islam di Indonesia merasa terusik dengan klaim seperti itu. Karena, jelas tafsir jihad yang mereka definisikan mengandung makna yang salah.
Di sisi lain, kita bisa melihat bagaimana aroma kriminalisasi ajaran Islam ideologis kian menguat. Sehingga upaya penguatan paham Islam moderat akan lebih baik dideraskan di negeri ini karena dinilai lebih ramah dan toleran.
