KENDARI, TELISIK.ID - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai hari Kamis (11/1/2024) masih mengintai warga Kota Kendari. Penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang membawa virus dengue ini, mencatat peningkatan jumlah pasien di rumah sakit wilayah Kota Kendari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elfi mengatakan, sampai tanggal 10 Januari 2024 tercatat 119 penderita DBD, namun mayoritas sudah dinyatakan sembuh.
“Sampai tanggal 10 Januari 2024 kita menemukan kasus DBD itu sudah mencapai 119 kasus. Tapi dari 119 kasus ini Alhamdulillah sebagian besar sudah dinyatakan sembuh. Mudah-mudahan sampai akhir 2024, tidak ada kasus kematian akibat DBD,” ungkapnya, Kamis (11/1/2024).
Ia mengatakan, penyebab maraknya kasus DBD dikarenakan peralihan musim kemarau ke penghujan, sehingga banyak area-area perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty.
“Penyebabnya ini karena peralihan musim yang tadinya kemarau ke musim hujan. Jadi inilah yang membuat potensi tempat-tempat berkembangbiaknya nyamuk ini. Kalau musim hujan kan banyak genangan air tempat berkembang biaknya nyamuk ini. Yang penting ada genangan, menjadi tempat yang sangat favorit untuk nyamuk bertelur dan kemudian menjadi nyamuk dewasa. Inilah yang menjadi potensi ledakan kasus DBD,” tambahnya.
