“Kita berharap seluruh masyarakat Kota Kendari memaksimalkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Kalau ada gejala-gejala yang ditemukan di masyarakat, kami mengimbau untuk segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memastikan apakah dia masuk dalam indikasi DBD atau tidak, sehingga bisa dilakukan intervensi sesuai dengan penyakitnya," tambahnya.
Ia menambahkan, jika sudah demam lebih dari tiga hari, dengan keluhan nyeri otot, sakit kepala berlebihan, mual, muntah, ada diare, dan yang paling khas muncul bintil-bintil merah di sekujur tubuh disertai demam, agar tidak menyimpan di rumah, ayo segera ke fasilitas kesehatan karena kalau penanganan terlambat bisa berujung kematian.
Menurut data dari Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kota Kendari, Erny, jumlah pasien DBD sampai tanggal 11 Januari berjumlah 28 pasien, delapan orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab.
“Jadi pasien yang dirawat inap dari tanggal satu sampai tanggal 11 ada 28 orang, tetapi ada dari luar Kota Kendari seperti dari Konsel, Konut, Konawe. Khusus pasien dari Kota Kendari sampai tanggal 10 sebanyak 25 orang dan sudah delapan orang dibolehkan pulang oleh dokter penanggung jawab pelayanan,” ungkapnya saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (11/1/2024)
Saat ditanya mengenai kesiapan RSUD Kota Kendari menerima pasien penyakit DBD, ia mengatakan, pihak rumah sakit selalu siap, namun beberapa harus transit terlebih dahulu di IGD sampai ada ruangan yang tersedia.
