KENDARI, TELISIK.ID - Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Kendari meningkat menjadi 230 kasus sepanjang tahun 2022, sebelumnya di tahun 2021 terkonfirmasi sebanyak 211 kasus.
DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes terutama Aedes aegypti. Untuk demam berdarah ringan akan menyebabkan demam tinggi dan gejala seperti flu. Sementara untuk demam berdarah yang parah, bisa menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok) dan bahkan kematian.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi mengatakan, sampai Desember 2022 kasus DBD yang ditemukan di Kota Kendari sebanyak 230 kasus dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 6 kasus, jika dibandingkan dengan tahun 2021, tingkat jumlah kematian meningkat.
Baca Juga: Tak Dilirik Pemerintah, Warga Sulap Sungai Wanggu jadi Spot Wisata
"Jumlah kematian tahun 2020 ada 6 kasus, di 2021 ada 4 kasus dan 2022 kembali 6 kasus, kasus kematian 2022 sebagian besar dikarenakam keterlambatan pelayanan di fasilitas kesehatan selanjutnya atau fasilitas kesehatan rujukan," ujar Elfi, Senin (2/1/2023).
