Mengingat kasus DBD di Buton Selatan telah masuk pada kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) yang disebabkan oleh jumlah kasus DBD yang naik dua kali lipat lebih cepat dibandingkan pada Tahun 2023 yang hanya terdapat 25 kasus DBD di sepanjang tahun.

Pemkab Buton Selatan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat agar dilakukan upaya penanganan secara serius.  Dimana pada tiga bulan terakhir di tahun 2024 yakni mulai dari periode Januari hingga Maret, data kasus DBD yang masuk sebanyak 50 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Hasriady membenarkan terkait temuan kasus DBD yang naik dua kali lipat di Kabupaten Buton Selatan. Kata dia, Kecamatan Sampolawa adalah wilayah yang paling banyak memberikan sumbangsih kasus DBD yakni sebanyak 34 kasus yang tersebar di desa/kelurahan Kecamatan Sampolawa. Sedangkan sisanya tersebar di wilayah Kecamatan lainnya, Kabupaten Buton Selatan.

Sementara pasien anak yang dirujuk ke RSUD Buton Selatan berasal dari Puskesmas Sampolawa. Ia menyebutkan 34 kasus DBD yang terdapat di Kecamatan Sampolawa yang terdiri dari 20 kasus demam berdarah (DBD) dan 14 kasus demam dengue (DD) yang menyerang balita, anak-anak, hingga remaja.

Ia mengungkapkan kondisi anomali cuaca berdampak pada tidak menyeluruh dalam kondisi lingkungan di seluruh daerah, yang bukan hanya saja di Buton Selatan. Hal ini berdampak pada peningkatan kasus DBD, khususnya di Kecamatan Sampolawa.