"Yang membedakan adalah proses penanganannya. Kalau gizi buruk langsung ditangani oleh Dinkes Mubar, sementara penderita stunting melibatkan beberapa stakeholder," terangnya.
Ishar menyampaikan, meskipun kasus gizi buruk dan stunting terus menurun namun pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan sehingga ke depannya kasus tersebut tidak terjadi lagi di Mubar.
"Saya selalu sampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan agar terus melakukan pelacakan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Kemudian jika ada kasus, segera ditangani dengan baik dengan pemberian makanan tambahan," tuturnya. (B)
Reporter: Laode Pialo
Editor: Haerani Hambali
