"PPPA Kendari mempunyai konselor, psikolog, LBH, dan sudah bekerjasama dengan dinas kesehatan agar para korban bisa dibawa ke puskesmas. Layanan tersebut tidak dipungut biaya serta data korban dirahasiakan," tegasnya.
Seorang Ibu rumah tangga di Kota Kendari, Runia mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tindakan yang tidak perlu dilakukan. Apalagi kekerasan tersebut dilakukan secara berulang-ulang.
"Sudah saatnya Kota Kendari terbebas dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Semoga para pelaku kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," harapnya.
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok di Kota Kendari, Komoditas Cabai Tembus Rp 60 Ribu
Sementara itu, Alumni Fakultas Kesmas UHO, Desi mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berdampak pada psikis. Tindakan ini harus dicegah, apalagi kasus kekerasan ini berlaku terhadap perempuan dan anak.
