Jika dilihat dari sebaran kasus tidak merata pada semua desa/kecamatan, seperti di Sumba Barat 73 persen kasus dari 4 desa di Kecamatan Laboya Barat, Sumba Barat Daya 62 persen kasus dari 14 desa di Kecamatan Kodi Balagar.

"Sedangkan di Sumba Timur 73 persen kasus tersebar di 7 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada, tertinggi dari 7 desa Kecamatan Mahu 16,8 persen," jelasnya, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga: Eks Wali Kota Kupang Yakin Ganjar Menang di Nusa Tenggara Timur

Sementara itu, Kabid P2P Sumba Barat, Welem Ratu menjelaskan, UNICEF, Dinas Kesehatan Dukacapil Nusa Tenggara Timur melaui Mitra DPW PPNI, serta pemkab di Pulau Sumba melakukan intervensi prioritas pada kecamatan endemis tinggi di 3 Kabupaten.

"Ini bertujuan agar adanya komitmen bersama dan rencana aksi yang terukur detail dengan timeline aksi di lapangan," ujarnya. (B)