Kemudian Kecamatan Baruga 33 orang, Kecamatan Kendari Barat 25 orang, Kecamatan Mandonga 16 orang, Kecamatan Kambu 10 orang, Kecamatan Kendari 7 orang dan Kecamatan Abeli 2 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, Pemkot Kendari  akan terus melakukan pelacakan (tracing) untuk memetakan proses penyebaran dengan meningkatkan jumlah warga yang ditracing. Jika sebelumnya satu kasus positif jumlah warga yang ditracing sebanyak 100, maka saat ini jumlahnya ditambah menjadi 300 orang.

Wali Kota juga menyarankan agar setelah dilakukan tracing dan hasilnya negatif maka keluarga pasien diminta untuk melakukan vaksinasi.

"PPKM Mikro sangat tepat untuk kita terapkan sekaligus kita sandingkan dengan program vaksinasi kita, jadi kami mengambil kebijakan jika ditemukan satu pasien positif untuk seluruh keluarga yang dinyatakan negatif itu kita wajibkan untuk divaksin supaya tidak terjadi transmisi lokal yang menyebar secara cepat," jelasnya.

Pasangan Siska Karina Imran ini juga mengimbau masyarakat untuk menghindari hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya penularan. Jika ada keluarga yang terpapar COVID-19 agar secara jujur disampaikan pada para petugas kesehatan termasuk kegiatan yang dilakukan sebelum terpapar agar memudahkan dilakukan tracing.