Selanjutnya para camat, lurah, dan kepala desa diminta untuk proaktif melakukan penyuluhan atau koordinasi informasi edukasi (KIE) secara rutin kepada masyarakat mengenai bahaya rabies dan cara pencegahan rabies.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikat dan mengandangkan hewan penular rabies seperti anjing, kucing, dan kera.

Baca Juga: Ini Hasil KTT ASEAN Summit di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur

"Melakukan vaksinasi anjing, kucing, dan kera peliharaan secara rutin," imbau Bupati Sikka.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Maria Bernadina Nenu menambahkan, sekali gejala rabies muncul, maka kemungkinan kecil terjadi penyembuhan secara sempurna. Olehnya kata dia, masyarakat diminta untuk tidak menunggu sampai gejala muncul, melainkan segera ke puskesmas atau pusat rabies untuk mendapatkan VAR.