KENDARI, TELISIK.ID - Masih kategori sakit, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulawesi Tenggara akan melakukan audit kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari, selama 15 hari.
Ketua Tim Audit Kinerja PDAM Tirta Anoa Kendari, Reski menjelaskan, audit pendahuluan ini harapannya bisa memberikan gambaran kondisi PDAM sebelum dilanjutkan pada pemeriksaan terinci.
“Secara nasional sampai hari ini baru ada 2.225 PDAM atau 68 persen dari seluruh Indonesia yang kinerjanya sehat, sedangkan sisanya berkinerja kurang sehat dan sakit,” ungkap Reski saat menggelar entry meeting atau rapat pendahuluan audit kinerja PDAM Tirta Anoa Kendari, bersama Pemerintah Kota Kendari, Kamis (3/11/2022).
Pemeriksaan terhadap PDAM dilakukan karena beberapa alasan di antaranya, penyediaan 100 persen akses air minum layak dan aman sudah menjadi target di RPJMN 2020-2024. Sementara saat ini masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan penyelenggara penyediaan air minum serta masih kurangnya kapasitas dan komitmen pemda sebagai penyelenggara.
Kemudian, PDAM sebagai badan usaha di bawah pemerintah daerah yang bergerak sebagai penyedia air minum untuk masyarakat sampai hari ini belum menunjukkan kinerja optimal.
