“Kadang orang tua hanya khawatir. Saya jelaskan bahwa anak-anak di sekolah selalu dalam pengawasan. Kami punya 24 titik CCTV, jadi semua kegiatan terekam dan bisa dipantau kapan saja,” jelasnya.
Menurutnya, hubungan antara sekolah dan orang tua tidak boleh hanya muncul ketika anak bermasalah. Orang tua juga perlu hadir saat anak berprestasi.
“Sekolah punya keterbatasan. Kalau orang tua ikut mendukung, anak-anak akan tumbuh lebih percaya diri,” tambahnya.
Dalam setiap pembinaan, Ruslan selalu menyelipkan pesan inspiratif. Salah satu yang paling diingat oleh siswa-siswanya adalah filosofi “H2F” (Head, Hand, Foot) kepala, tangan, dan kaki.
“Seseorang bisa mapan bukan hanya karena kepalanya, tapi bisa juga karena tangannya, atau bahkan kakinya,” tuturnya.
