Tulisan ini tidak bermaksud men-generalisasi semua laki-laki adalah pelaku KDRT. Masih ada lak-laki yang rasional dan dengan hati yang tulus selama bertahun-tahun merawat sendiri sang istri hingga ajal memisahkan mereka.

Perempuan sebagai manusia memang mahluk ganda. Ia setara (bukan sama) dengan laki-laki, tapi sudah proporsinya pula untuk dilindungi oleh laki-laki yang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin.

Mari longok sejenak peristiwa KDRT ini. Awal Mei 2024 terjadi KDRT di Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Korbannya, seorang perempuan, Ibu dari tiga anak perempuan pula. Pelakunya, “suami pisah rumah” yang tinggal bersama Sang Ibu dekat dengan korban yang kini mengontrak rumah petak sederhana.      

Pendidikan perempuan itu tak rendah. Ia lulusan diploma dari sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di kotanya. Melihat predikat pendidikan yang bagus dan tercatat pernah bekerja di sebuah BUMD, cukup intelek.

Toh itu bukan penghalang baginya untuk bekerja paruh waktu sebagai asisten rumah tangga (ART) pada satu keluarga sederhana di kota yang sama. Dari usia, ia masih muda, baru 40 tahun lebih.